Minggu, 21 Juni 2009

Produksi makanan untuk ternak menghabiskan sumber daya alam global dan menyebabkan kekurangan pangan

Pada konferensi baru-baru ini tentang gletser dan perubahan iklim yang dituanrumahi oleh Institut Kutub Norwegia; Dr. Christian Nellemann sebagai kepala menteri senior Penaksiran Tanggapan Cepat untuk Program Lingkungan Perserikatan Bangsa Bangsa menyatakan bahwa hilangnya gletser Himalaya dapat mengakibatkan miliaran orang kehilangan akses air bersih yang dapat mempengaruhi suplai pangan di Asia dan bahkan lebih luas.

Dr. Christian Nellemann – Kepala Menteri Senior Penaksiran Tanggapan Cepat untuk Program Lingkungan Perserikatan Bangsa Bangsa (L): Saya rasa situasinya benar-benar darurat, sungguh karena fakta dimana Asia yang kita bicarakan mempunyai tiga miliar orang yang akan terkena dampaknya, 1,3 miliar orang akan terkena dampak langsung karena perubahan sumber air ini. Tetapi secara global, dengan krisis pangan dan krisis finansial yang sedang kita alami, maka perubahan dalam 30-40 tahun dari sekarang akan memberikan dampak yang besar akan suplai pangan global dan harga pangan bagi setiap orang, apakah Anda hidup di Amerika Serikat atau Afrika atau Asia juga akan merasakan dampaknya.

Suara: Saat ini ada lebih dari satu miliar orang yang telah kelaparan di dunia setiap tahunnya, Dr. Nellemann menekankan bahwa industri ternak sebagai ancaman utama bagi keamanan pangan karena merupakan penyebab utama pemanasan global.

Dr. Christian Nellemann – Kepala Menteri Senior Penaksiran Tanggapan Cepat untuk Program Lingkungan Perserikatan Bangsa Bangsa (L): Penyebab utama dari rusaknya lingkungan alam, seluruh hewan liar, itu bukan karena pemburuan, tapi penyebab utamanya adalah hilangnya habitat dan rumah mereka karena kita menebang hutan dan mengubah area itu
menjadi lahan pertanian [untuk memberi makan ternak]

Suara: Dr. Nellemann menghitung bahwa kita mungkin akan kehilangan 25 persen dari suplai pangan global karena tingkat produksi daging dan konsumsi daging meningkat seperti saat ini.

Dr. Christian Nellemann (L): Di banyak area, sektor peternakan menjadi ancaman utama, bukan hanya bagi perubahan iklim, tapi juga suplai pangan global. Kami harus menjamin bahwa kita tidak menghabiskan seluruh sereal untuk memberi makan hewan, karena itu tidak berkelanjutan. Jadi satu hal yang paling penting yang harus dilakukan secara global adalah mengurangi hilangnya keanekaragaman hayati dan membantu memberi makan populasi manusia yang terus bertambah dengan fokus pada pengurangan daging global.

Suara: Penghargaan kami, Dr. Christian Nellemann dan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa Bangsa yang membantu kita untuk mengerti hubungan konsekuensi dari produksi ternak bagi manusia dan planet. Kami berdoa semoga kita dapat menghentikan kehilangan dan tragis yang tidak perlu ini dan semoga penduduk dunia beralih dari pola makan daging ke vegan yang berkelanjutan. Pada bulan Maret 2009, selama konverensi video di Xalapa, Meksiko dengan para petinggi dan publik, Maha Guru Ching Hai sekali lagi menawarkan solusi yang sederhana dan menyeluruh tentang krisis yang sedang dihadapi oleh planet kita.

Maha Guru Ching Hai: Dengan kekurangan pangan di dunia yang terus memburuk, lebih banyak orang akan kelaparan setiap hari, jadi jika kita menghentikan kegiatan memelihara ternak dan berbalik ke menanam makanan vegan organik untuk manusia maka setiap orang di dunia akan beruntung, dan kita dapat menyelamatkan planet kita. Jika kita tidak memberikan semua jagung, sereal, dan sayuran sebagai pakan bagi hewan-hewan itu, semua makanan yang kita hasilkan sekarang ini sudah dapat memberi makan dua miliar orang. Jadi, bahkan tidak ada kekhawatiran tentang kekurangan pangan lalu kita punya masa depan lebih baik, hati nurani yang lebih baik. Dan planet kita akan mempunyai masa depan cerah jika semua orang berubah ke pola makan vegetarian organik dan pertanian vegan organik.

http://www.unep.org/Documents.Multilingual/Default.asp?DocumentID=528&ArticleID=5751 http://news.scotsman.com/world/One-billion-people-now-.5363018.jp

Menyelamatkan hutan hujan Amazon dari eksploitasi

Penelitian baru yang diterbitkan di majalah Science menemukan bahwa pembabatan Amazon untuk kepentingan ekonomi hanya membawa keuntungan finansial sementara saja, tapi dapat merusak lingkungan secara permanen. Misalnya, sejak awal tahun 1990-an, sepertiga area yang dibabat untuk peternakan sapi pada akhirnya hanya ditelantarkan dan tidak digunakan lagi. Peneliti menemukan bahwa penghasilan, harapan hidup, dan juga pengetahuan orang yang melakukan kegiatan ini semakin berkurang sejalan dengan waktu. Para ilmuwan seperti Dr. Carlos Nobre dari Lembaga Riset Luar Angkasa Brasil dan kepala Program Geosfer-Biosfer Internasional meminta untuk menghentikan eksploitasi seperti itu, beliau mengatakan bahwa itu sangat berbahaya bagi manusia dan iklim.

Dr. Carlos Nobre – Lembaga Riset Luar Angkasa Brasil, Kepala Program Geosfer-Biosfer Internasional di Swedia (L): Kita harus mengabaikan ekonomi, menghentikan ekspansi pertanian yang terus berlangsung di daerah Amazon, ekonomi peternakan, ekonomi penebangan ilegal. Tetapi kita perlu menemukan apa yang akan terjadi nanti. Jika kita tidak mengambil langkah pertama untuk menciptakan perubahan baru ini, maka pengrusakan yang terjadi di Amazon seperti peternakan, pertanian yang tidak efisien maka dalam beberapa dekade mereka akan memakan 30, 40, 50% Amazon.

Suara: Terima kasih Dr. Nobre dan peneliti internasional atas kepeduliannya, dan kami juga berdoa agar kita segera mengindahkan nasihat Anda untuk melindungi Amazon dan kehidupan manusia melalui pilihan bijak dan berkelanjutan. Maha Guru Ching Hai sering berbicara tentang nilai tak tergantikan dari hutan seperti dalam diskusi berikut melalui telekonverensi dengan staf Supreme Master Television pada bulan Januari 2008.

Maha Guru Ching Hai: Lihatlah, sama seperti hutan hujan Amazon, karena sudah ada di sana untuk waktu yang lama, ribuan juta tahun; ia adalah paru-paru dunia. Dan sekalipun Anda menanam pohon-pohon baru, keadaannya tidak sama. Begitulah. Semakin besar pohonnya, semakin tua pohonnya, semakin efektif dalam memproduksi oksigen dan menetralkan karbon dioksida. Jadi, saya tidak tahu apakah pemerintah-pemerintah mampu membuat sesuatu yang dapat memantulkan panas ke angkasa di daerah yang cukup luas dan dengan cara yang sedemikian efektif seperti cara yang dilakukan oleh alam. Kita jangan hanya bersandar pada teknolog, karena karma (ganjaran buruk) lebih penting daripada teknologi. Jadi, kita harus fokus pada vegetarisme agar semua orang memperoleh kedamaian dan menjadi vegetarian lalu teknologi baru ditambahkan juga ke sana.

http://www.google.com/hostednews/afp/article/ALeqM5jKSkhJwYxhn8Hu_IbccA_SFbp9pQ

Penangkapan Ikan Besar-besaran Mengancam Kehidupan Laut

Sebuah laporan penelitian oleh Amerika dan organisasi pendidikan Institut Kebijakan Dunia berpendapat bahwa perluasan praktik penangkapan ikan telah menciptakan situasi yang membahayakan biota laut. Sebuah penelitian tahun 2003 menunjukkan bahwa 90 persen ikan-ikan besar telah menghilang dalam 50 tahun terakhir, dan Institut Kebijakan Dunia saat ini menuntut uang subsidi yang diberikan pada industri-industri perikanan sebagai tunjangan untuk melestarikan kembali kehidupan laut.


Konferensi video dengan Maha Guru Ching Hai bersama Center Hamburg, Jerman – 18 Juli 2008

Maha Guru Ching Hai : Karena perikanan, makan ikan juga merusak ekosistem planet kita. Mereka telah membuktikan bahwa penangkapan ikan sarden bersar-besaran telah menghasilkan banyak zona mati. Karena ikan-ikan itu ada di sana untuk alasan tertentu. Mereka di sana mungkin untuk mengoksidasi lautan, memberi kehidupan untuk beberapa spesies lain atau membersihkan lingkungan. Apapun spesies yang ditinggalkan Tuhan untuk planet ini, mereka mempunyai tugas untuk dikerjakan. Spesies itu mempunyai tugas untuk dikerjakan. Sama halnya seperti manusia, kita mempunyai tugas untuk dikerjakan. Hewan juga mempunyai tugas yang harus mereka kerjakan. Hanya saja banyak manusia yang tidak peduli. Mereka pikir itu hanyalah ikan kecil, mereka tidak membantu apa-apa, mereka tidak berguna. Tidak, mereka bukan tidak berguna. Mereka berpikir ikan-ikan itu tidak berguna kemudian menangkap dan memakannya. Sesungguhnya ikan-ikan itu sangat berguna untuk ekosistem dan kesehatan planet ini, dan secara konsekuen, juga kepada kesehatan manusia serta semua makhluk di dalamya.

http://www.straightgoods.ca/ViewFeature8.cfm?REF=613
http://www.nira.or.jp/past/ice/nwdtt/2005/DAT/1441.html

Rabu, 10 Juni 2009

Apa itu Pemanasan Global

"Panas banget ya hari ini!” Seringkah Anda mendengar pernyataan tersebut terlontar dari orang-orang di sekitar Anda ataupun dari diri Anda sendiri? Anda tidak salah, data-data yang ada memang menunjukkan planet bumi terus mengalami peningkatan suhu yang mengkhawatirkan dari tahun ke tahun. Selain makin panasnya cuaca di sekitar kita, Anda tentu juga menyadari makin banyaknya bencana alam dan fenomena-fenomena alam yang cenderung semakin tidak terkendali belakangan ini. Mulai dari banjir, puting beliung, semburan gas, hingga curah hujan yang tidak menentu dari tahun ke tahun. Sadarilah bahwa semua ini adalah tanda-tanda alam yang menunjukkan bahwa planet kita tercinta ini sedang mengalami proses kerusakan yang menuju pada kehancuran! Hal ini terkait langsung dengan isu global yang belakangan ini makin marak dibicarakan oleh masyarakat dunia yaitu Global Warming (Pemanasan Global). Apakah pemanasan global itu? Secara singkat pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi. Pertanyaannya adalah: mengapa suhu permukaan bumi bisa meningkat?

Penyebab Pemanasan Global

Penelitian yang telah dilakukan para ahli selama beberapa dekade terakhir ini menunjukkan bahwa ternyata makin panasnya planet bumi terkait langsung dengan gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktifitas manusia. Khusus untuk mengawasi sebab dan dampak yang dihasilkan oleh pemanasan global, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) membentuk sebuah kelompok peneliti yang disebut dengan International Panel on Climate Change (IPCC). Setiap beberapa tahun sekali, ribuan ahli dan peneliti-peneliti terbaik dunia yang tergabung dalam IPCC mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan penemuan-penemuan terbaru yang berhubungan dengan pemanasan global, dan membuat kesimpulan dari laporan dan penemuan- penemuan baru yang berhasil dikumpulkan, kemudian membuat persetujuan untuk solusi dari masalah tersebut . Salah satu hal pertama yang mereka temukan adalah bahwa beberapa jenis gas rumah kaca bertanggung jawab langsung terhadap pemanasan yang kita alami, dan manusialah kontributor terbesar dari terciptanya gas-gas rumah kaca tersebut. Kebanyakan dari gas rumah kaca ini dihasilkan oleh peternakan, pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor, pabrik-pabrik modern, peternakan, serta pembangkit tenaga listrik.

Apa itu Gas Rumah Kaca?

Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang cukup. Planet kita pada dasarnya membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki temperatur rata-rata -32o Celcius.

Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbedabeda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metana menghasilkan efek pemanasan 23 kali dari molekul CO2. Molekul NO bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 300 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon.


Download Gratis Buku Pemanasan Global

http://www.pemanasanglobal.net

http://en.wikipedia.org/wiki/Global_warming

http://www.msnbc.msn.com/id/6662932

http://www.msnbc.msn.com/id/6662932

Fakta di Balik Makanan Anda

Pernahkah Anda membuka lemari es Anda, menarik keluar dua puluh piring pasta dan membuangnya ke tempat sampah, dan kemudian, hanya makan satu piring makanan? Hal ini sama dengan menebang 55 kaki persegi hutan untuk satu kali makan siang Anda atau membuang 2500 gallon air ke saluran pembuangan. Apakah Anda akan melakukannya? Bagaimanapun juga, hanya makan setengah kilo daging akan mengakibatkan hal-hal tersebut di atas. Makan daging akan menyebabkan pengrusakan terhadap sumber alam dan lingkungan kita, menyebabkan penderitaan hewan yang besar, serta memberikan efek-efek merusak bagi kesehatan kita. Jadi, dengan memanggang seekor anjing untuk disajikan bersama kentang dapat membuat Anda muak, tetapi mengapa kita malah memanggang hewan yang jinak lainnya?

Sebuah laporan dari PBB telah membuktikan bahwa “sapi bukan mobil, tetapi menjadi ancaman teratas bagi lingkungan kita.” Laporan tersebut memberikan bukti bahwa pertumbuhan yang cepat dari hewan-hewan ternak di dunia telah menjadi ancaman terbesar terhadap iklim, hutan, dan kehidupan liar. Hewan-hewan peternakan menghasilkan kotoran 130 kali lebih banyak daripada keseluruhan populasi manusia di Amerika Serikat dan air kotor yang terkonsentrasi kotoran hewan pada akhirnya mengakibatkan pencemaran air, merusak lapisan tanah teratas, dan mencemari udara kita. Lebih jauh lagi, gas buangan dan pupuk rabuk kotoran ternak menghasilkan lebih dari sepertiga gas metana yang memberi kontribusi terhadap pemanasan global 20 kali lebih cepat daripada kardondioksida. Pemakan daging bertanggung jawab atas seratus presen produksi dari hasil buangan-buangan ini yang kira-kita menghasilkan 86 ribu pon setiap detik. Tetapi, dengan menolak produk-produk hewan, Anda telah mengurangi hal-hal merusak di atas.

Lebih jauh lagi, cita rasa kita terhadap daging telah mengorbankan persediaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui kembali. Sejumlah 2500 gallon air dibutuhkan untuk memproduksi 1 pon daging sapi, tetapi, kita hanya membutuhkan 29 gallon air untuk menghasilkan 1 pon tomat, dan 39 gallon air untuk 1 pon roti tawar. Dengan setengah jumlah air, delapan puluh persen tanah pertanian di Amerika Serikat, hampir semua panenan kacang kedelai dan separuh lebih hasil biji-bijian dunia digunakan untuk memeliharan ternak untuk dimakan. Sementara itu, ada 1 milyar penduduk yang menderita kelaparan dan kekurangan gizi, serta 24 ribu anak-anak yang meninggal setiap hari karena hal ini. Hal ini ironis dengan ladang gandum dan padi yang ditakdirkan untuk hewan-hewan ternak di negara Barat. Bagaimanapun, kelaparan dunia akan hilang jika sumber-sumber alam kita dipergunakan secara efisien dengan mengubah pertanian untuk meningkatkan hasil panen yang dapat memberi makan seluruh penduduk dunia.

Apakah Anda sadar bahwa 130 juta hewan dibunuh setiap tahun di Selandia Baru? Sebagian besar hewan dipelihara di pabrik peternakan, dengan sistem yang memaksimalkan produksi dengan biaya yang minimal. Sebagai gantinya, hewan-hewan peternakan sangat menderita secara mental dan fisik; setiap detik dalam hidup mereka. Hewan-hewan tersebut berjejalan ke dalam sistem kurungan dengan sedikit jendela, kotor, serta tidak pernah melihat keluarga mereka, mengkais-kais tanah atau melakukan apapun yang alami bagi mereka. Mereka bahkan tidak merasakan matahari di punggung mereka atau menghirup udara segar sampai pada hari dimana mereka dimuat ke dalam truk, dan ditakdirkan untuk dibunuh. Lebih dari 90 juta hewan di Selandia Baru menderita dengan kondisi-kondisi seperti ini dan banyak yang tetap sadar ketika leher mereka disembelih, kemudian, dibiarkan kehabisan darah sampai mati.

Praktik peternakan yang kejam lainnya yang sering dilakukan oleh peternakan unggas adalah dengan tidak memberi mereka makan selama 14 hari untuk mengejutkan tubuh unggas tersebut agar bertelur lebih banyak untuk konsumsi manusia. Dan, karena anak-anak ayam yang jantan tidak berguna di industri daging, setiap tahunnya ada 100 juta anak ayam jantan lebih yang digiling hidup-hidup atau dimasukkan ke dalam kantong sampai mati kehabisan nafas. Lebih jauh lagi, di tempat penjagalan, leher-leher ayam disembelih, dan mereka dicelupkan dalam air panas untuk menghilangkan bulu-bulu mereka, sementara banyak dari mereka yang masih hidup.

Bahkan sekarang ini, untuk menandai sapi dengan tujuan identifikasi, para peternak menekan besi panas yang membara ke daging sapi sementara mereka melenguh kesakitan. Akibatnya, timbul luka bakar tingkat tiga dan kelamin anak sapi jantan dipotong dari kantung kemaluannya, dan semua itu dilakukan tanpa diberikan penghilang rasa sakit. Untuk menambah penderitaan mereka, tanah yang digunakan ternak untuk merumput memiliki udara yang penuh dengan gas-gas kimia. Hal ini menyebabkan masalah pernapasan yang kronis.

Sapi-sapi yang dipelihara untuk diambil susunya, secara berulang-ulang dibuat hamil kembali dan bayi-bayi mereka diambil sehingga manusia dapat minum hasil susunya yang sebenarnya dimaksudkan untuk bayi-bayi sapi. Sapi-sapi tersebut dihubungkan dengan mesin-mesin beberapa kali sehari dan menggunakan manipulasi genetik, hormon-hormon yang kuat, dan penyedotan susu yang intensif. Mereka dipaksa untuk menghasilkan susu sepuluh kali lebih banyak dari yang biasanya. Perlakuan-perlakuan ini ikut menambah peradangan yang sangat menyakitkan bagi 50 persen dari sapi-sapi perah yang ada.

Hewan-hewan di peternakan saat ini tidak memiliki perlindungan undang-undang dari kekejaman. Hal ini seharusnya menjadi illegal jika diterapkan pada hewan peliharaan di rumah-rumah tangga: pengabaian, mutilasi, manipulasi genetik, dan program obat-obatan yang menyebabkan kesakitan kronis, kelumpuhan, dan penyembelihan yang kasar. Robert Louis Stevenson, seorang penulis novel dan puisi berkata, “Kita mengkonsumsi bangkai makhluk lain untuk memuaskan cita rasa dan nafsu diri kita.” Namun, hewan-hewan di peternakan pada dasarnya sangat pandai dan dapat merasakan sakit. Mereka mungkin sama pandainya dengan anjing atau kucing yang kita anggap sebagai teman.

Hal ini ditunjukkan oleh laporan-laporan yang sering terjadi tentang sapi-sapi yang melompati pagar setinggi enam kaki untuk melarikan diri dari rumah jagal, serta berjalan tujuh mil untuk bersatu kembali dengan anaknya dan berenang menyeberangi sungai menuju kebebasan. Babi-babi juga merupakan hewan yang penuh pengertian seperti yang ditemukan oleh Dr. Donald Broom, penasehat ilmiah pemerintahan Inggris – "Babi memiliki kemampuan kesadaran, mereka cukup pandai dan cerdik. Bahkan lebih dari anjing yang berumur tiga tahun.”

Langkah yang paling penting yang dapat Anda ambil untuk menyelamatkan planet kita dan mengurangi penderitaan manusia serta hewan adalah dengan menjadi vegetarian. Sebuah pola makan yang kaya dengan karbohidrat komplek, protein, serat, omega 3, vitamin, dan mineral dapat memberikan nutrisi yang optimal. Memupuk kebiasaan makan ini dapat menjaga kesehatan seumur hidup. Bukti yang mengejutkan dapat ditemukan di buku “The China Study” oleh Profesor T.Colin Campbell yang berkata, “dalam sepuluh tahun ke depan, salah satu hal yang paling mengejutkan yang akan Anda dengar adalah protein hewani merupakan salah satu dari nutrisi beracun yang paling tinggi dari semuanya... ancaman penyakit akan naik secara dramatis ketika sedikit protein hewani saja yang ditambahkan ke pola makan Anda.” Penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak vegetarian memiliki IQ yang lebih tinggi daripada teman-teman sekelasnya, dan para vegetarian rata-rata dapat hidup 6 sampai 10 tahun lebih lama daripada pemakan daging. Sebagai tambahan, mereka 50 persen lebih rendah terserang penyakit jantung dan kanker. Sedangkan pemakan daging sepuluh kali lebih cenderung menjadi gemuk daripada vegan. Makanan vegetarian memberikan kita semua nutrisi yang kita perlukan, tanpa lemak jenuh, kolesterol, dan bahan pencemar.

Sebaliknya, banyak yang berpendapat bahwa tumbuhan itu hidup juga. Ini benar, tetapi tumbuhan hanya memiliki sepuluh persen kesadaran sedangkan hewan-hewan memiliki kesadaran sepadan dengan manusia. Karena tumbuhan tidak dapat bergerak, jadi sensasi mengalami rasa sakit lebih sedikit. Jadi, tumbuhan sepenuhnya berbeda secara fisiologis dari mamalia. Jika Anda memotong cabang atau daun dari sebuah pohon, maka pohon itu akan tumbuh dengan subur dan tumbuh lebih banyak. Di sisi lain, hewan tidak berhasrat atas pemangkasan yang teratur. Dapatkah Anda memotong sebuah kaki sapi dan berharap akan tumbuh empat kaki lagi?

Memelihara hewan untuk dimakan akan mendatangkan malapetaka di Bumi. Lingkungan, sumber alam, dan kesehatan kita semakin memburuk. Meskipun sebagian besar dari kita tidak terlibat langsung dalam pemotongan hewan, akan tetapi manusia telah mengembangkan kebiasaan ini berdasarkan tekanan dari masyarakat, mereka tidak menyadari apa yang terjadi terhadap hewan-hewan yang kita makan. Pernah disebutkan bahwa seseorang yang pernah mengunjungi rumah jagal akan membuat mereka menjadi seorang vegetarian seumur hidup. Karena kitalah yang menciptakan teriak kesakitan dan ketakutan mereka.” Jadi jika Anda pernah memutuskan untuk memanggang hewan yang jinak sekali lagi……. Ingatlah bahwa Anda mengkonsumsi daging hewan yang sepadan dengan hewan peliharaan yang sangat Anda sayangi. Tetapi perbedaannya adalah bahwa hewan ini disiksa.



* Pengarang adalah siswa SMP di kelas terakhir yang berumur 17 tahun. Artikel ini adalah penilaian di dalam SMP itu, dimana siswa tersebut diberi penghargaan nilai yang unggul

Lima Langkah Darurat untuk Menyelamatkan Bumi dari Perubahan Iklim

Bagaimana Kita Dapat Membantu?

Kita mengetahui bahwa untuk menghentikan pemanasan global tidak mungkin dilakukan oleh seorang diri tetapi harus dilakukan melalui kerja sama semua orang. Tetapi walau bagaimanapun, mulailah dari diri kita sendiri, jadilah pahlawan lingkungan dan penyelamat bumi di saat yang kritis ini. Berikut adalah beberapa langkah praktis untuk menghentikan perubahan iklim.

1. Selamatkan Kehidupan dan Planet dengan Menghentikan Konsumsi Daging

Laporan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) telah membuka mata dunia, industri peternakan merupakan penyebab utama pemanasan global. Industri peternakan menghasilkan emisi gas rumah kaca sebesar 18 persen, jumlah ini melebihi gabungan emisi dari seluruh transportasi di dunia seperti motor, mobil, truk, pesawat, kapal, kereta api, helikopter yang menyumbang 13 persen gas rumah kaca atau pembangkit listrik di seluruh dunia yang menyumbangkan 11 persen gas rumah kaca. PBB juga menambahkan bahwa emisi yang dihitung hanya berdasarkan emisi CO2 saja, padahal industri peternakan juga merupakan salah satu sumber utama pencemaran tanah dan air bersih. Peternakan melepaskan 9 persen karbon dioksida, 37 persen gas metana (mempunyai efek pemanasan 72 kali lebih kuat dari CO2 dalam 20 tahun pertama dan 23 kali lebih kuat dari CO2 dalam 100 tahun). Secara keseluruhan, sekitar 86 juta ton metana dihasilkan dari sistem pencernaan sapi dan kambing, dan 18 juta ton lagi berasal dari kotoran ternak yang menyumbang 65 persen dinitrogen oksida (mempunyai efek pemanasan 298 kali lebih kuat dari CO2), serta 64 persen amonia penyebab hujan asam.

Peternakan juga menjadi penggerak utama dari penebangan hutan. Diperkirakan 80 persen bekas hutan di Amazon telah dialih-fungsikan menjadi ladang ternak. Setiap tahunnya, industri peternakan menghasilkan emisi 2,4 miliar ton CO2. Di luar itu, peternakan menyita 30% dari seluruh permukaan tanah kering di Bumi dan 33% dari area tanah yang subur dijadikan ladang untuk menanam pakan ternak.

Sebuah laporan dari Earth Institute menegaskan bahwa diet berbasis tanaman hanya membutuhkan 25% energi yang dibutuhkan oleh diet yang berbasis daging. Penelitian yang dilakukan Profesor Gidon Eshel dan Pamela Martin dari Universitas Chicago juga memberikan kesimpulan yang sama: mengganti pola makan daging dengan pola makan vegetarian 50% lebih efektif untuk mencegah pemanasan global daripada mengganti sebuah mobil SUV dengan mobil hibrida. Seorang vegetarian dengan standar diet orang Amerika akan menghemat 1,5 ton emisi rumah kaca setiap tahunnya! Seorang vegetarian yang mengendarai SUV Hummer masih lebih bersahabat dengan lingkungan daripada seorang pemakan daging yang mengendarai sepeda!

2. Hemat Energi dan Hemat Sumber Daya Alam

Bila memungkinkan, carilah sumber-sumber energi alternatif yang tidak menghasilkan emisi CO2 seperti tenaga matahari, air, angin, nuklir, dan lain-lain. Bila terpaksa harus menggunakan bahan bakar fosil (yang mana akan menghasilkan emisi CO2), gunakanlah dengan bijak dan efisien. Hal ini termasuk menghemat listrik dan energi, apalagi Indonesia termasuk negara yang banyak menggunakan bahan bakar fosil (minyak, batubara) untuk pembangkit listriknya.

Matikan alat elektronik dari sumbernya atau tekan steker sampai lampunya mati, jangan biarkan alat elektronik dalam keadaan standby. Jangan biarkan kran, tempat penampungan air, tabung toilet mengalami kebocoran, sehingga air menetes keluar terus selama 24 jam, selain memboroskan sumber air yang berharga juga memboroskan uang Anda. Pergunakan peralatan listrik yang hemat energi, seperti lampu, rice cooker, TV, AC, dan peralatan listrik lainnya. Matikan lampu apabila pencahayaan dari luar masih terang, atau saat kita sedang tidak berada di dalam ruangan, maksimalkan pencahayaan dari matahari, buka tirai jendela, pergunakan cat berwarna cerah di dalam rumah. Jangan membuka pintu lemari es terlalu lama karena setiap kali pintu lemari es dibuka maka diperlukan tarikan listrik yang tinggi untuk mendinginkan kembali suhunya, potong makanan dalam ukuran yang lebih kecil, karena ukuran makanan yang kecil akan cepat matang dan menggunakan energi lebih sedikit. Gunakan kertas secara bolak-balik untuk mengurangi pembabatan hutan. Dan yang terpenting, hindari kantong plastik, bawa tas sendiri.

3. Menanam Pohon dapat Memberi Manfaat bagi Bumi Kita

Tanaman hijau menyerap CO2 dari atmosfer dan menyimpannya dalam jaringannya. Tetapi setelah mati mereka akan melepaskan kembali CO2 ke udara. Lingkungan dengan banyak tanaman akan mengikat CO2 dengan baik, dan harus dipertahankan oleh generasi mendatang. Jika tidak, maka karbon yang sudah tersimpan dalam tanaman akan kembali terlepas ke udara sebagai CO2.

Dua tahun setelah menanam pohon muda yang berkayu keras, ilmuawan Universitas Lousiana Tech, menemukan bahwa pada setiap 4050 m2 dari hutan yang ditanami dapat menyerap cukup banyak karbon dari mobil yang berjalan selama satu tahun.

Sebuah studi oleh Dinas Kehutanan AS memperlihatkan bahwa dengan menanam 95.000 pohon pada dua wilayah bagian di ibukota Chicago telah memberikan udara yang lebih bersih dan akan menghemat $38 juta selama lebih dari 30 tahun sesuai untuk penurunan panas dan biaya pendingin.

Hutan mempunyai peranan yang sangat penting. Jika kita mempunyai hutan, maka itu berarti kita mempunyai senjata ekstra untuk memerangi perubahan iklim.

4. Kurangi Emisi Transportasi dan Beralih ke Energi Alternatif

Usahakan menggunakan transportasi massa daripada memiliki mobil sendiri yang selain boros biaya BBM, juga menghindari kemacetan di jalan, biaya parkir, asuransi, dan biaya pemeliharaan mobil. Berangkat atau pulang kerja secara berbarengan dengan rekan-rekan sekantor dalam satu mobil yang searah, sehingga bisa berbagi biaya perjalanan dengan mereka.

Apabila jarak rumah ke kantor atau tempat kerja dekat dan bisa ditempuh dengan naik sepeda, lebih baik menggunakan sepeda yang selain menghemat biaya perjalanan juga baik untuk menjaga kebugaran tubuh.

“Saya berusaha untuk menggunakan sepeda untuk pergi ke tempat kerja sesering yang saya bisa untuk menghemat energi.” - Margot Wallstrom, Wakil Presiden dari Komisi Uni Eropa.

Apabila memakai mobil sendiri, pergunakan mobil yang hemat bahan bakar atau bahkan beli mobil hibrida jika Anda mampu.

5. Daur Ulang dapat Membawa Perubahan

Kalifornia memperkirakan bahwa daur ulang pada setiap negara bagian akan menghemat penyaluran energi untuk 1,4 juta rumah, dan mengurangi 27.047 ton polusi pada air, menyelamatkan 14 juta pohon, dan mengurangi efek emisi gas rumah kaca yang setara dengan 3,8 juta mobil.

Universitas Teknik di Denmark menemukan bahwa aluminium yang didaur ulang menggunakan 95% lebih sedikit energi dibanding alumunium yang tidak didaur ulang, 70% lebih hemat energi untuk plastik, dan 40% lebih untuk kertas.

Dan yang terpenting:

Berubahlah!

Satu hal yang sangat penting di samping lima hal yang dapat kita lakukan di atas adalah keinginan dan motivasi kita sendiri untuk berubah.

Saran-saran di atas tidak akan berarti jika hanya menjadi bahan bacaan tanpa tindakan yang nyata. Kita harus benar-benar mulai mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak perlu mengambil langkah ekstrim untuk langsung berubah hanya dalam semalam bila hal itu terlalu berat bagi kita. Lakukanlah secara bertahap tapi konsisten dengan komitmen kita.

Jadilah contoh nyata bagi lingkungan dan orang-orang di sekitar kita. Contoh dan praktik yang kita berikan sangat penting untuk menginspirasi banyak orang lainnya untuk berubah pula. Bersuaralah dan beritahu kepada pemerintah, media, keluarga, kerabat, tetangga, sahabat, teman sekolah, rekan kerja, dan masyarakat sekitar untuk menyelamatkan Bumi dari ancaman pemanasan global dan perubahan iklim. Berilah mereka dorongan untuk mencoba pola hidup mulia yang akan menyelamatkan planet kita tercinta ini.

Setiap 3 Detik Satu Orang Anak di Dunia Meninggal Karena Kelaparan

Prasangka yang meletakkan vegetarian dalam satu kotak isme adalah sebuah konsep yang sudah saatnya ditanggalkan. Vegetarian dapat diuji dalam aspek apa pun, semua bukti memberi tahu kepada kita, krisis global yang membelit manusia saat ini adalah satu biang terbesar berpangkal pada pola makan dari sumber yang tidak efisien, sumber Hewani. Benar bahwa industri peternakan telah menjadi penggerak perekonomian dunia. Saat ini diperkirakan 987 juta orang miskin berhubungan dengan kegiatan peternakan dan 1,3 milyar manusia (20% populasi dunia) berhubungan dengan produksi peternakan. Peternakan menyumbang 1,4% produk domestik kotor (gross domestic products). Sekitar 864 juta orang menderita gizi buruk (catatan: secara salah kaprah konsumsi daging dianggap dapat menjadi solusi). Namun, 1 milyar orang kelebihan berat badan dan 300 juta orang lain menderita kegemukan. Memecahkan masalah kemiskinan (ekonomi) dan kebutuhan protein (kesehatan) dengan industri peternakan yang terbukti memiliki banyak dampak negatif, adalah menjerumuskan diri dan menciptakan lingkaran setan. Organisasi Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-bangsa tahun 2006 menerbitkan laporan jejak kelam ternak (Livestock’s Long Shadow). Adakah suatu generasi yang cukup bijak memutus lingkaran tersebut?

Sebagian dari kita mungkin beranggapan bahwa jika Bumi menjadi neraka bagi para hewan maka tidaklah perlu dibahas dan dibesar-besarkan. Tetapi, bagaimana dengan data yang menyebutkan bahwa rata-rata setiap 3 detik satu anak mati di dunia karena kelaparan? Data lain menyebutkan setiap 2 detik, 1 anak mati karena kelaparan.1 3,5 juta anak di bawah usia lima tahun meninggal setiap tahun akibat kekurangan gizi? Lebih dari tiga perempatnya terjadi di 20 negara miskin.2 Di Jawa Tengah 15.980 anak balita menderita gizi buruk.3 Mereka sepenuhnya berhak bertanya mengapa mereka dilahirkan. Jika data di atas disandingkan dengan data bahwa tahun 2001 McDonald menghabiskan dana 1,4 milyar dollar AS untuk promosi,4 maka sekali lagi para anak miskin memiliki hak sepenuhnya untuk bertanya, dunia macam apa yang harus mereka singgahi ini. Saat ini diperkirakan 1,1 miliar orang kegemukan (berlebihan makan) dan 1,1 miliar orang kurus kering (kurang gizi) di dunia.5 Kasus kegemukan tidak dimonopoli negara maju, namun juga dtemukan di negara berkembang dimana junk food outlets merajalela.

Jika saja spesies manusia cukup cerdas beradab, foto seperti ini tentu sulit ditemui. Anak ini tidak ditakdirkan untuk sengsara. Sesama spesies dialah yang telah merebut hak dia untuk makan. Daging diproduksi industri ternak yang boros energi dan bahan pangan. Setiap orang pemakan daging (biasanya berkecukupan) merampas setidaknya hak makan lima orang miskin (karena bahan makanan diberikan ke ternak).

Nova Maulana (2) dilaporkan menderita busung lapar Anak dari pasangan Wito Parjo-Sulami, seorang buruh tani miskin yang tinggal di dukuh Ringindadi RT 04 RW 5 Jenggrik, Kedawung, Sragen. Pendekatan ‘sistem energi’ akan mengarahkan kita ke penyediaan protein nabati (ramah lingkungan, hemat energi, bebas kekejaman) untuk mengatasi masalah kekurangan gizi daripada protein hewani. Sebuah gambaran generasi masa depan yang rentan penyakit, karena makanan mereka justru diberikan ke ternak untuk dikonsumsi sesama mereka yang lebih kaya. Ternak di Amerika saja mengkonsumsi bahan pangan yang dapat mengenyangkan 1,3 miliar manusia. (Foto berasal dari www.tempointeraktif.com yang terpasang di infoindonesia.wordpress.co
m; 23/8/8)



Kegemukan menyerang 10% anakanak di dunia, dan tidak hanya di negara maju. Obesitas meningkatkan risiko anak-anak terkena diabetes tipe 2, serangan jantung, stroke, dan kanker.

(Obesitas dikalangan Anak-anak Semakin Meresahkan”, Kompas, 20 April 2005. www2.kompas.com/kesehatan/news/0504/20/104858.htm; 23/8/8)

(Mcdonalds-review.blogspot.com; 26/8/8)

Sekedar gambaran generasi masa depan yang rentan penyakit karena terlalu banyak makan daging dari industri peternakan. Setiap pemakan daging membutuhkan tanah 20 kali lebih luas dibanding seorang vegan. (www.eatveg.com; 30/8/8)

Semakin tinggi konsumsi lemak, semakin besar kasus kematian akibat kanker usus besar. New Zealand adalah negara kecil kaya raya penghasil daging, mempunyai tingkat kematian akibat kanker usus besar tinggi seperti di Kanada dan Amerika. (K Carroll, ” Experimental Evidence of Dietary Factors and Hormone-Dependent Cancers”, Cancer Research 35:3374, 1975 dalam John Robbins, M.D. (a),” Diet for a New America”, Fitzhenry & Whiteside Ltd.: Toronto, 1987, h.255)